DR. ANAK AGUNG NGURAH AGUNG WIRA BIMA WIKRAMA, ST.,M.SI.

            Memiliki nama panggilan Turah Bima, terlahir dari pasangan Ida Cokorda Ngurah Jambe Pemecutan SH, Raja Denpasar IX dan Ida Anak Agung Ayu Oka Pemecutan, Permaisuri Raja Denpasar IX pada tanggal 26 Nopember 1965. Turah Bima memperistri Ir. N.K. Sri Astati Sukawati, MT dan dikaruniai satu orang anak bernama drg. Anak Agung Ngurah Gede Agung Wira Satria. Menamatkan Pendidikan doktoral di Universitas Hindu Indonesia. Setelah bekerja di bidang konstruksi selama 10 tahun, Turah Bima masuk ke Partai Politik dan menjadi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Denpasar periode 2009-2014. Pada masa tersebut, Turah Bima bersama Pemerintah Kota Denpasar menginisiasi pendirian Monumen I Gusti Ngurah Made Agung yang terletak di persimpangan Banjar Taensiat Denpasar, merubah nama Lapangan Puputan Badung menjadi Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung dan mengajukan usulan Gelar Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Made Agung ke Pemerintah Pusat melalui Kementrian Sosial Republik Indonesia serta penetapan Hari Jadi Kota Denpasar yang diambil dari berdirinya Puri Agung Denpasar. Usaha yang telah dilakukan semasa pengabdian sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar tidaklah sia-sia. Anugrah Pahlawan Nasional dari Pemerintah Republik Indonesia diserahkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada tanggal 5 Nopember 2015. Diakhir masa jabatannya, Turah Bima bersama Pemerintah Kota Denpasar menginisiasi berdirinya monumen yang menunjukkan lokasi terdamparnya Kapal Sri Komala dan berlabuhnya tentara Hindia Belanda sebelum melakukan invasi militer ke Kerajaan Badung yang dikenal dengan Perang Puputan Badung. Monumen tersebut berlokasi di Pantai Sanur, tepatnya di Jalan Matahari terbit.

Gambar : A.A.Ngr.A. Wira Bima Wikrama

            Setelah purna bakti sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Turah Bima lebih menekuni profesinya sebagai Dosen di Universitas Mahendradata sampai sekarang. Pada masa bersamaan, Turah Bima juga sebagai Pamangku Gede (Janpanggul) di Pamerajan Agung Puri Agung Denpasar yang letaknya di Rumah Jabatan Gubernur Bali (Jayasabha).

            Di bidang budaya, Turah Bima menggagas berdirinya Sanggar Tari Puri Agung Denpasar sebagai sarana pelestarian budaya di bidang seni pertunjukan khususnya Tari Bali. Sanggar Tari Puri Agung Denpasar lebih fokus pada pelatihan Tari Palegongan karena Legong merupakan ibu dari seluruh tari bali khusus wanita. Selain itu juga menggagas penyelenggaraan Festival Legong Keraton Lasem se-Bali bekerja sama dengan Pemerintah Kota Denpasar. Festival ini digelar setiap tahun dengan memperebutkan piala bergilir dan piala tetap Walikota Denpasar. Turah Bima juga aktif ngayah sebagai Pragina Topeng dan tetap aktif dalam kegiatan budaya lainnya.

            Pengabdian tidak mengenal tempat dan waktu. Semoga dapat tetap berkarya dan beryadnya untuk masyarakat, semeton dan Puri Agung Denpasar.