Pada masa pemerintahan Kyai Tegeh Kori ke dua di Jro Agung Tegal (bertempat di Puri Paang sekarang), adik beliau yang paling bungsu bernama Kyai Tegeh Made Agung menjadi penguasa di Badung Selatan, dari Desa Kuta, Serangan dan desa-desa di Bukit Jimbaran pada Tahun 1615 M/Caka 1537. Kyai Tegeh Made Agung menetap di Desa Kedonganan dan menikahi seorang wanita yang bernama Ni Luh Pasek Kedonganan. Beliau menurunkan putra yang bernama Ki Tegeh Kedonganan.
Dengan runtuhnya Pemerintahan Tegeh Kori pada tahun 1645 M, maka Badung dikuasai oleh Kyai Anglurah Bandana atau Kyai Jambe Pule.
Pada masa pemerintahan Kyai Jambe Aji (Kyai Jambe Aeng), Ki Tegeh Kedonganan diutus menjadi Laskar Perang ke Jembrana bersama Pasukan Bugis, Pasek dan Bendesa Manik Mas. Selanjutnya beliau menikahi seorang wanita yang Bernama Ni Luh Pasek dari Warih Pasek Kayu Selem Jembrana dan menurunkan:
- Ki Luh Kedonganan
- Ki Tegeh Made Kedonganan
Ketika terjadi pergantian pemerintahan di Puri Jambe Ksatria, maka ditunjuklah raja baru yaitu I Gusti Ngurah Made Pemecutan, dan beliau memutuskan untuk memindahkan pusat pemerintahan Kerajaan Badung dari Puri Jambe Ksatria ke Puri Denpasar.
Pada Masa I Gusti Ngurah Made Pemecutan berkuasa di Puri Denpasar, beliau memperistri Ki Luh Kedonganan dan Mengangkat Ki Tegeh Made Kedonganan sebagai anak (diperas) serta mendapatkan bergelar “Brasan Agung Kedonganan”.
Ki Tegeh Made Kedonganan / Brasan Agung Kedonganan menikah dengan Ni Luh Pasek keturunan dari Pasek Gelgel dan menurunkan :
- Si Dauh Kedonganan di Kedonganan.
- Si Dangin Kedonganan di Serangan.
Diceritakan bahwa Si Dauh Kedonganan menurunkan pretisentana yang bernama :
- Si Luh Wayahan Brasan di Kedonganan
- Si Luh Made Brasan di Kedonganan
- Si Radi Brasan di Kedonganan
Selanjutnya diceritakan bahwa Si Radi Brasan menikah dan menurunkan putra Bernama Si Belong. Pada masa itulah Si Belong bersama istrinya menempati wilayah baru yang Bernama Kelan.
Si Belong setelah beristri memiliki putra 3 putra yaitu
- Si Ripeg
- Si Rampug
- Si Luh Ketut Ban
Selanjutnya Si Ripeg memiliki istri dan menurunkan putra
- I Ranteg
- I Keteg
Demikian diceritakan bahwa Si Belong Bersama keturunannya menempati Desa Kelan sampai sekarang dan tetap melaksanakan puja dan bakti di Pemerajan Brasan Agung di desa Kedonganan.

Kori Gede Brasan Agung Kelan

Si Ripeg Duduk Ditengah,Didampingi 2 (Dua) Asistennya

Pemerajan Agung Brasan Agung Kedonganan


